Jumat, 29 November 2019

Media Aksara Lontara

Media Aksara Lontara



Alat dan Bahan
1. Karton
2. Kertas hvs berwarna
3. Gunting
4. Pensil
5. Penghapus
6. Penggaris
5. Double tipe

Langkah kerja
1. Siapkan alat dan bahannya terlebih dahulu.
2. Setelah itu menggunting kertas hvs berwarna berbentuk persegi
3. Kemudian menggambar tulisan aksara lontara dikarton yang warna hitam
4. Setelah itu kertas yang digambar yang berbentuk aksara lontara digunting.
5. Lalu ditempelkan di kertas hvs berwarna yang sudah dibentuk persegi.

Cara penggunaan media
1. Guru menunjuk salah satu siswa untuk naik kedepan.
2. Kemudian siswa menunjuk dan membaca huruf aksara lontara yang sudah disiapkan.


Kamis, 28 November 2019

Media Aksara Lontara









Alat dan Bahan:
  1. kertas karton
  2. Kertas berwarna
  3. Gunting
  4. Pensil
  5. Penghapus
  6. Lem
  7. Pensil warna 



Langkah kerja:
  1. Siapkan alat dan bahannya terlebih dahulu.
  2. Setelah itu menggambar pohon di kertas karton.
  3. Kemudian menggambar daun di kertas berwarna.
  4. Setelah itu menggunting kertas berwarna yang sudah berbentuk daun.
  5. Lalu huruf aksara lontara ditempelkan dikertas yang sudah berbentuk daun.
  6. Setelah selesai kertas yang berbentuk daun ditempel dibatang pohon.
Cara pengguna media:
  1. Guru menunjuk salah satu siswa untuk naik kedepan.
  2. Kemudian siswa menunjuk dan membaca huruf.      
LONTARA adalah aksara tradisional masyarakat Bugis dan Makassar. Bentuk aksara lontara menurut budayawan Prof Mattulada (alm) berasal dari "sulapa eppa wala suji". Wala suji berasal dari kata wala yang artinya pemisah/pagar/penjaga dan suji yang berarti putri. Wala Suji adalah sejenis pagar bambu dalam acara ritual yang berbentuk belah ketupat. Sulapa eppa (empat sisi) adalah bentuk mistis kepercayaan Bugis-Makassar klasik yang menyimbolkan susunan semesta, api-air-angin-tanah. Huruf lontara ini pada umumnya dipakai untuk menulis tata aturan pemerintahan dan kemasyarakatan. Naskah ditulis pada daun lontar menggunakan lidi atau kalam yang terbuat dari ijuk kasar (kira-kira sebesar lidi).

SEJARAH
Lontara adalah perkembangan dari tulisan Kawi yang digunakan di kepulauan Indonesia sekitar tahun 800-an. Namun dari itu, tidak diketahui apakah Lontara merupakan turunan langsung dari Kawi atau dari kerabat Kawi lain karena kurangnya bukti. Terdapat teori yang menyatakan bahwa tulisan Lontara didasarkan pada tulisan Rejang, Sumatra selatan karena adanya kesamaan grafis di antara dua tulisan tersebut. Namun hal ini tidak berdasar, karena beberapa huruf lontara merupakan perkembangan yang berumur lebih muda.[1]
Istilah "Lontara" juga mengacu pada literatur mengenai sejarah dan geneologi masyarakat Bugis. Contoh paling panjang dan terkenal barangkali merupakan mitos penciptaan bugis Sure’ Galigo, dengan jumlah halaman yang mencapai 6000 lembar. Lontara pernah dipakai untuk menulis berbagai macam dokumen, dari peta, hukum perdagangan, surat perjanjian, hingga buku harian. Dokumen-dokumen ini biasa ditulis dalam sebuah buku, tetapi terdapat juga medium tulis tradisional bernama Lontara’, di mana selembar daun lontar yang panjang dan tipis digulungkan pada dua buah poros kayu sebagaimana halnya pita rekaman pada tape recorder. Teks kemudian dibaca dengan menggulung lembar tipis tersebut dari kiri ke kanan.[2]
  1. Walaupun penggunaan aksara Latin telah menggantikan Lontara, tulisan ini masih dipakai dalam lingkup kecil masyarakat Bugis dan Makassar. Dalam komunitas Bugis, penggunaan Lontara terbatas dalam upacara seperti pernikahan, sementara di Makassar tulisan Lontara kadang dibubuhkan dalam tanda tangan dan dokumen pribadi.aksara lontara yang sudah disiapkan.  
Media pembelajaran aksara lontara
A.Pengertian aksara  lontara
Bahasa Makassar, juga disebut sebagai Basa Mangkasara' adalah bahasa yang dituturkan ole suku makassar, penduduk sulawesi selatan, indonesia. Bahasa ini dimasukkan ke dalam suatu rumpun bahasa makassar yang sendirinya merupakan bagian dari rumpun bahasa sulawesi selatan.
Bahasa makassar merupakan salah satu bahasa daerah yang memiliki aksara tersendiri.keberadan aksara ini merupakan satu berkah dan keberuntungan tersendiri bagi masyarakat lokal,karena dari ratusan bahasa daerah yang ada di indonesia ,tidak semuanya memiliki aksara seperti yang dimiliki oleh masyarakat makassar tersebut.Aksara ini sering disebut dengan AKSARA LONTARA.
Menurut  sejarah ,aksara lontara pertama kali dibuat oleh daeng pammate  pada abad 14 silam.seorang purta gowa kelahiran lakiung yang hidup pada masa pemerintahan karaeng Tumapa’risi kallonna.Aksara yang di buat oleh daeng pammate tersebut pada mulanya bernama lontara Toa atau lontara janganng-jangang,karena bentuknya yang menyerupai burung (jangan-jangang).Tapi lama kelamaan ,karena berpengaruh dengan budaya islam yang mulai di anut oleh kalangan istana pada abad ke  19,maka aksara tersebut mengalami perbaikan dan penyempurnaan menjadi lontara bilang-bilang seperti yang ada sekarang ini.
B.Alat dan bahan
1. Gunting
2. Kertas berwarna
3. Sterofom
4. Dobel tipe
5. Lem
6. Pisau cutter
7. Kertas marmer
C.Langkah kerja
1. Menyiapkan alat dan bahan
2. Menempel kertas berwarna ke sterofom
3. Memotong sterofom berbebtuk persegi
4. Setelah itu sterofom yang sudah di bentuk pesegi  di bungkus dengan kertas marmer supaya terlihat rapi
5. Kemudian menempelkan bentuk persegi yang sudah di bungkus kertas marmer di sterofom yang sudah di tempeli kertas berwarna
6. Menggunting huruf lontara dan huruf latin
7. Menempelkan huruf lontara ke sterofom yang sudah berbentuk persegi
D.Manfaat
Manfat dari media ini yaitu untuk mempermudah guru dalam mengajar dan untuk meningkatkan minat belajar bahasa daerah.
E.Hasil


Jumat, 22 November 2019

Media Pembelajaran Aksara Lontara Bugis

Alat dan Bahan:
  1. Kertas karton.
  2. Kertas berwarna.
  3. Gunting.
  4. Lem.
  5. Pensil.
  6. Spidol.
  7. Penghapus.
Langkah-langkah Kerja
  1. Terlebih dahulu siapkan alat dan bahan
  2. Gunting kertas berwarna kecil-kecil dengan berbentuk segi empat
  3. Setelah kertas berwarna sudah menjadi bentuk segi empat, tempel keras        tersebut ke kertas karton yang sudah di siapkan tadi.
  4. Setelah itu, tulislah Aksara Lontara dengan bacaannya ke dalam kertas yang  berbentuk segi empat yang sudah di tempel di kertas karton tadi.
  5. Media Pembelajaran siap untuk di paparkan.

Media pembelajaran Aksara Lontara

                              Aksara Lontara

  Lontara adalah aksara tradisional masyarakat Bugis-Makassar. Lontara sendiri berasal dari kata lontar yang merupakan salah satu jenis tumbuhan yang ada di Sulawesi Selatan. Istilah lontara juga mengacu pada literatur mengenai sejarah dan geneologi masyarakat Bugis, salah satunya terdapat pada Sureq La Galigo.

      Menurut professor  Mattulada, bentuk   aksara Lontara berasal dari bentuk filosofissulapa’ appa’ walasuji. Sulapa’ appa’ (empat sisi) adalah bentuk mistis kepercayaan Bugis-Makassar klasik yang menyimbolkan unsur pembentukan manusia, yaitu api (pepe’) – air (je’ne) – angin (anging) – tanah (butta). Sedangkan walasuji berarti sejenis pagar bambu yang biasa digunakan pada acara ritual.

   Aksara Lontara terdiri dari 23 huruf untuk Lontara Bugis dan 19 huruf untuk Lontara Makassar. Selain itu, perbedaan Lontara Bugis dengan Lontara Makassar yaitu pada Lontara Bugis dikenal huruf ngka’, mpa’  , nca’, dan nra’sedangkan pada Lontara Makassar huruf tersebut tidak ada.
Para leluhur Bugis pun memberikan nasihat kepada anak cucunya yang hendak merantau dengan aksara lontara. Nasihat ini berpesan mengenai empat hal tentang kekayaan dan kesuksesan.

  Engkau bersiap-siap meninggalkan negerimu menuju ke sebuah negeri yang lain. Semoga engkau menjadi orang kaya dan sejahtera di negeri orang. Pahamilah dengan baik bahwa kaya itu memiliki empat tanda-tanda. Pertama-tama, kaya dalam berbahasa dan berkomunikasi. Kedua, kaya dalam pemikiran dan imajinasi. Ketiga, kaya dalam dunia usaha (memiliki banyak keahlian dan relasi bisnis). Keempat, kaya dalam keuangan.

Media pembelajaran Aksara Lontara Makassar 

A. Alat dan Bahan
  

1. Kertas karton Manila
2. Kertas origami
3. Spidol
4. Spidol warna
5. Gunting
6. Lem
7. Alat bantu untuk membuat lingkungan

B. Langkah-langkah Pembuatan
1. Menggambar pola lingkaran

        
2. Menggunting pola lingkaran

       

3. Melem lingkaran
     

4. Mempel Lingkaran
     

5. Memberi hiasan menarik


C. Hasil media pembelajaran aksara lontara


D. Manfaatkan Penggunaan Media

     Manfaatkan dari penggunaan media tersebut yaitu memudahkan guru dalam proses belajar mengaja serta meningkatkan minat belajar peserta didik terutama dalam mempelajari bahasa daerahnya.





Media Pembelajaran Bahasa Daerah

Alat dan Bahan
1.kertas karton manila
2.kertas hvs
3.gunting
4.lem

Langkah Kerja
1.print huruf huruf aksara lontara
2.gunting huruf huruf aksara lontara
3.lem dan tempelkan huruf huruf aksara lontara di kertas karton manila.